: http://i1122.photobucket.com/albums/l524/riyosuke/tail2.gif

Selasa, 11 Februari 2014

LAPORAN ENERGY BRUTO


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Energi bruto adalah Semua panas yang bebas pada pembakaran, panas ini dihasilkan dari suatu makanan yang seluruhnya dibakar secara sempurna dengan menggunakan bomb calorimeter sehingga menghasilkan zat-zat terakhir seperti CO2, H2O, dan gas lain. Dalam menentukan energi bruto dengan oxygen bomb calorimeter menggunakan alat serta bahan yaitu unit bomb calorimeter, tabung oksigen, termometer, alat pembuat pellet, kawat platina, larutan methyl orange dan larutan Na2CO3 dan bahan pakan berupa bungkil kelapa, dedak padi, rumput raja. Peningkatan suhu yang telah diukur dengan termometer dapat dihitung energi bruto yang telah dihasilkan. Penetapan energi bruto ini terjadi pengubahan energi kimia dalam suatu sampel menjadi energi panas dan diukur jumlah panas yang dihasilkan.
Kandungan yang terdapat pada energi bruto di dalam bahan organic dapat dicerminkan dengan melihat kondisi yang terjadi dari proses oksidasi yang dilakukan didalam mencari energi bruto tersebut. Besarnya energi kimia juga sangat dipengaruhi dengan adanya  ratio antar C/H dengan atom O dan N.
Jumlah bahan pakan ternak yang mempunyai hitungan energi bruto yang tinggi juga tidak dapat menyumbangkan banyak enegi untuk keperluan tubuh dalam jumlah yang banyak pula dikarenakan hal ini  sangat dipengaruhi oleh daya cerna bahan pakan ternak  tersebut.
Untuk melakukan pengukuran energi bruto dalam bomb calorimeter protein akan mendapatkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan energi  karbohidrat, akan tetapi hasil pembakaran yang akan didapat di dalam tubuh ternak adalah nilai energi  protein yang mempunyai zat-zat yang dibutuhkan tubuh mendekati energi karbohidrat.
Oleh karena itu, dalam memperoleh hasil energi bruto yang diperoleh dari beberapa bahan sampel yang digunakan dalam pembuatan pelet tersebut maka kita harus mengetahui suhu awal, suhu akhir, berat sampel dan kabar bahan kering dari masing-masing bahan. Perhitungan dari energi ditentukan dulu energi ekuivalen asam benzoat, suhu awal dan suhu akhir, volume titrasi serta jumlah kawat terbakar (Samuel, 2007).

Tujuan dan Manfaat
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum energi bruto dengan oxigen bomb calorimeter yaitu agar  mahasiswa dapat mengetahui jumlah energi yang terdapat pada sampel, serta mendapatkan pengalaman cara-cara menentukan energi bruto, dan mengenal alat – alat dari penentuan energi bruto.


Manfaat
Adapun manfaat yang diperoleh pada praktikum ini adalah agar mahasiswa menjadi tahu tentang alat-alat apa saja yang digunakan dalam menentukan energy bruto serta fungsinya.



TINJAUAN PUSTAKA
(Anshory, 2001 ). Mineral berguna untuk keperluan pertumbuhan, pembentukan tulang, bereproduksi, dan membantu metabolism.
 ( Anshory.I, 2003 ) Zat lemak sebagai sumber energi adalah sangat efisien karena nilai energi lemak 2.25 lebih tinggi dari karbohidrat, namun demikian pemakaian zat lemak di dalam ransum perlu di batasi sekitar 5%, Sebab kelebihan lemak yang terlampau tinggi justru akan menimbulkan efek negatife, antara lain lemak yang tertimbun di sekitar ovarium akan mengganggu ovulasi, sehingga produksi telur akan menurun, dan kelebihan ini sia – sia sebab akan terbuang karena tidak bisa di cerna..
 (Ella Hendalia, et.al. 2008). Banyaknya kandunagan  energi bruto didalam bahan makanan sangat tergantung pada komposisi dari karbohidrat, protein dan lemak yang terdapat dalam bahan makanan tersebut. Nilai energi  bruto dari berbagai bahan makanan bermacam- macam dan tidak menentu, akan tetapi secara umum telah ditetapkan nilai energi bruto untuk KH = 4,15 kkal/kg, protein = 5,65 kkal/kg, dan lemak = 9,45 kkal/kg.
(Keenan,2000). Tepung ikan merupakan sumber protein utama bagi unggas, karena bahan makanan tersebut semua asam-asam amino yang di butuhkan ayam dalam jumlah cukup dan teristimewa. Merupakan sumber lisin dan methionin yang baik. Tepung ikan merupakan salah satu bahan makanan dalam penyusunan ransum ayam sebagai sumber protein hewan atau asam-asam amino di samping unsure-unsur mineral dan vitamin-vitamin.
 (Nurrohman S,2006 ) Fungsi zat lemak adalah sebagai sumber energi, seperti halnya karbohidrat dan sebagai pelarut vitamin A,D,E, dan K. sumber lemak terdapat pada bahan seperti bungkil kelapa. Bungkil kelapa merupakan salah satu sumber lemak. Penggunaan lemak nya ransum serta menaikkan nilai energi sampai pada tingkatan yang tidak tercapai bila menggunakan makanan biasa terutama butir-butiran.
( Siregar .s, 2002 ). Bila dedak halus ( lunteh ) di pergunakan dalam unggas, harus di cegah terhadap kemungkinan terjadinya ketengikan autooksidatif. Kalau ketengikan ini terjadi dapat timbul penyakit encephalumalacia pada anak ayam. Lubis ( 1963 ) membedakan dedak halus (lunteh ) dengan dedak halus kampong, dedak halus kampung mengandung lebih banyak serat kasar dari pada lunteh.
( Rasya.M, 2005)  Dedak kasar terdiri dari pecah – pecahan kulit gabah, sebagai bahan makanan, mempunyai nilai sangat rendah, kadar proteinnya relatife rendah yaitu 3.1 % dan daya cernanya juga rendah.
(Wahju,juju, 2008 )Garam dapur (NaCl) berguna untuk mengatur keseimbangan dalam elektrolit tubuh. Bila ayam kekurangan unsure ini akan berakibat nafsu makan menurun, kanibalisme, bulu nampak suram. Kebutuhan garam di dalam ransum 0,35%-0,5%. Pemberian garam pada ransum dapat merangsang sekresi saliva, gejala devesiansi garam yaitu nafsu makan hilang, bulu kasar, makan tanah, keadaan badan tidak sehat, produksi dan berat badan menurun.
 .







METODOLOGI PENELITIAN
Waktu dan Tempat
 Bahan Pakan dan Formulasi Ransum tahun 2013 dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Mei  2013, pada pukul 14.00 WIB s/d selesai di Laboratorium Bahan Pakan dan Formulasi Ransum Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

Materi
Adapun alat yang digunakan pada praktikum Menentukan Energi Bruto adalah Unit Bomb Calorimeter, tabung oksigen, Termometer, Alat pembuat pellet, kawat platina, larutan methyl orange, larutan Na2CO3.

Metoda
Adapun cara kerja dari praktikum menentukan energi bruto dengan oxygen bomb calorimeter Yaitu : sampel dalam bentuk pellet ditimbang 0,5–1 gram, kemudian dimasukkan kedalam cawan bomb dan disentuhkan kawat platina sepanjang 10 cm pada sampel dalam tabung bomb, terus diisi dengan oksigen sebanyak 25 atm. Tabung bomb dimasukkan kedalam buchet yang sudah diisi air sebanyak 2 liter kemudian ditulis, serta suhu distabilkan dengan memutar tombol pemutar selama 5 menit, setelah itu dicatat sebagai suhu awal. Sampel dibakar dengan menekan tombol pemutar pada alat Parr Ignation, biarkan temperatur naik sampai stabil (lebih kurang 5 menit), setelah itu suhu dicatat sebagai suhu akhir, kemudian buka calorimeter dan keluarkan tabung bomb dan buang oksigen dari bomb, lalu cuci bagian dalam tabung dan cawan bomb dengan menyemprotkan aquadest dan beri beberapa tetes larutan methyl orange. Titer dengan larutan Na2CO3 sampai berubah warna dan catat volume titrasi yang dipakai lalu kawat yang dibakar diukur dengan sekala dari kawat yang tidak terbakar.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam menentukan energi bruto dengan oxygen bomb calorimeter menggunakan alat serta bahan yaitu unit bomb calorimeter, tabung oksigen, termometer, alat pembuat pellet, kawat platina, larutan methyl orange dan larutan Na2CO3 dan bahan pakan berupa bungkil kelapa, dedak padi, rumput raja. Peningkatan suhu yang telah diukur dengan termometer dapat dihitung energi bruto yang telah dihasilkan. Penetapan energi bruto ini terjadi pengubahan energi kimia dalam suatu sampel menjadi energi panas dan diukur jumlah panas yang dihasilkan.
Kandungan yang terdapat pada energi bruto di dalam bahan organic dapat dicerminkan dengan melihat kondisi yang terjadi dari proses oksidasi yang dilakukan didalam mencari energi bruto tersebut. Besarnya energi kimia juga sangat dipengaruhi dengan adanya  ratio antar C/H dengan atom O dan N.

Rumus Perhitungan :
 
            Keterangan :
W= energi ekuivalen asam benzoat
            Ta= Suhu Akhir
            Tm= Suhu Awal
E1= Volume Titrasi
E2= Kawat terbakar
                       
Oleh karena itu, dalam memperoleh hasil energi bruto yang diperoleh dari beberapa bahan sampel yang digunakan dalam pembuatan pelet tersebut maka kita harus mengetahui suhu awal, suhu akhir, berat sampel dan kabar bahan kering dari masing-masing bahan. Perhitungan dari energi ditentukan dulu energi ekuivalen asam benzoat, suhu awal dan suhu akhir, volume titrasi serta jumlah kawat terbakar (Samuel, 2007). (Anshory, 2001 ). Mineral berguna untuk keperluan pertumbuhan, pembentukan tulang, bereproduksi, dan membantu metabolism.
(Ella Hendalia, et.al. 2008). Banyaknya kandunagan  energi bruto didalam bahan makanan sangat tergantung pada komposisi dari karbohidrat, protein dan lemak yang terdapat dalam bahan makanan tersebut. Nilai energi  bruto dari berbagai bahan makanan bermacam- macam dan tidak menentu, akan tetapi secara umum telah ditetapkan nilai energi bruto untuk KH = 4,15 kkal/kg, protein = 5,65 kkal/kg, dan lemak = 9,45 kkal/kg. ( Anshory.I, 2003 ) Zat lemak sebagai sumber energi adalah sangat efisien karena nilai energi lemak 2.25 lebih tinggi dari karbohidrat, namun demikian pemakaian zat lemak di dalam ransum perlu di batasi sekitar 5%, Sebab kelebihan lemak yang terlampau tinggi justru akan menimbulkan efek negatife, antara lain lemak yang tertimbun di sekitar ovarium akan mengganggu ovulasi, sehingga produksi telur akan menurun, dan kelebihan ini sia – sia sebab akan terbuang karena tidak bisa di cerna..
 (Keenan,2000). Tepung ikan merupakan sumber protein utama bagi unggas, karena bahan makanan tersebut semua asam-asam amino yang di butuhkan ayam dalam jumlah cukup dan teristimewa. Merupakan sumber lisin dan methionin yang baik. Tepung ikan merupakan salah satu bahan makanan dalam penyusunan ransum ayam sebagai sumber protein hewan atau asam-asam amino di samping unsure-unsur mineral dan vitamin-vitamin. (Nurrohman S,2006 ) Fungsi zat lemak adalah sebagai sumber energi, seperti halnya karbohidrat dan sebagai pelarut vitamin A,D,E, dan K. sumber lemak terdapat pada bahan seperti bungkil kelapa. Bungkil kelapa merupakan salah satu sumber lemak. Penggunaan lemak nya ransum serta menaikkan nilai energi sampai pada tingkatan yang tidak tercapai bila menggunakan makanan biasa terutama butir-butiran. Menurut ( Siregar .s, 2002 ). Bila dedak halus ( lunteh ) di pergunakan dalam unggas, harus di cegah terhadap kemungkinan terjadinya ketengikan autooksidatif. Kalau ketengikan ini terjadi dapat timbul penyakit encephalumalacia pada anak ayam. Lubis ( 1963 ) membedakan dedak halus (lunteh ) dengan dedak halus kampong, dedak halus kampung mengandung lebih banyak serat kasar dari pada lunteh. Menurut ( Rasya.M, 2005)  Dedak kasar terdiri dari pecah – pecahan kulit gabah, sebagai bahan makanan, mempunyai nilai sangat rendah, kadar proteinnya relatife rendah yaitu 3.1 % dan daya cernanya juga rendah. (Wahju,juju, 2008 )Garam dapur (NaCl) berguna untuk mengatur keseimbangan dalam elektrolit tubuh. Bila ayam kekurangan unsure ini akan berakibat nafsu makan menurun, kanibalisme, bulu nampak suram. Kebutuhan garam di dalam ransum 0,35%-0,5%. Pemberian garam pada ransum dapat merangsang sekresi saliva, gejala devesiansi garam yaitu nafsu makan hilang, bulu kasar, makan tanah, keadaan badan tidak sehat, produksi dan berat badan menurun.













PENUTUP
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh pada praktikum Menentukan Energi Bruto adalah setiap perubahan suhu air akibat pembakaran diukur dengan thermometer. Berdasarkan peningkatan suhu air pula dapat dihitung energy bruto yang dihasilkan. Dalam penetapan energy ini terjadi pengubahan energy kimia dalam suatu sampel menjadi energy panas yang diukur dari jumlah panas yang dihasilkan.

Saran
Selama praktikum Menentukan Energi Bruto berlangsung , sebaiknya, praktikan harus memperhatikan saat asdos menerangkan agar mudah memahami apa yang disampaikan. Praktikan harus menjaga ketenangan pada saat praktikum berlangsung, agar suasana praktikum jadi nyaman.




DAFTAR PUSTAKA
Anshory  ,  2001.  Bahan  Pakan  dan  Formulasi  Ransum.  Jakarta  :  Erlangga.
Anshory  ,  2003.  Bahan  Pakan  dan  Formulasi  Ransum.  Jakarta  :  Erlangga.
Keenan. 2000. Teknik Penyusunan Ransum. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hendalia, et.al. 2008. Biokimia dasar. Fakultas Peternakan Universitas
Jambi. Jambi.
Nurrohman.S. 2006. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.
Ransum.  Jakarta  :  Yudistira.

Rasya M, 2005.  Bahan  Pakan  dan  Formulasi  Ransum. Erlangga. Jakarta.
Wahyu juju. 2008. Tuna Budidaya Jepang Mengancam. PT. PWI. Jakarta


LAPORAN FISIOLOGI GINJAL


PENDAHULUAN
LatarBelakang
Ginjal mempunyai fungsi utama, yaitu mengatur/mempertahankan konsentrasi ion, air, pH, dari cairan tubuh (cairan ekstra sel) agar konstan (homeostasis) dan mengekskresikan sebagian besar produk akhir metabolisme tubuh. Ekskresi adalah pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang tidak dipakai lagi oleh sel darah, dikeluarkan bersama urin keringat dan pernapasan. Salah satu sistem metabolisme yang terdapat dalam tubuh hewan adalah system eksresi dan osmoregulasi.      
Ekskresi mempunyai peranan mengeluarkan dan membuang hasil sampingan metabolisme, mencegah gangguan aktifitas metabolic dalam tubuh dan membuang zat-zat buangan, mengatur jumlah air yang terdapat dalam cairan tubuh  mengendalikan kandungan ion dalam cairan tubuh dan mengatur kadar ion H+ atau pH cairan tubuh.
Sistem urin terdiri dari ginjal, ureter, kantong kemih dan uretra dengan menghasilkan urin yang membawasertaberbagaiproduksisametabolismeuntukdibuang.Ginjaljugaberfungsidalampengaturankeseimbangancairandanelektrolittubuhdanmerupakantempatpembuanganhormon renin daneritropitin.Renin ikutberperandalampengaturantekanandarahdaneritropitinberperandalammerangsangproduksiseldarahmerah.Urinjugadihasilkanolehginjalberjalanmelalui ureter kekantungkemihmelaluiuretra.Urindibentukolehginjaldalammenjalankansistemhomeostatik.Sifatdansusunanurindipengaruhioleh factor fisiologis (misalkanmasukan diet, berbagai proses dalamtubuh, suhu, lingkungan, stress, mental, danfisik) dan factor patologis (sepertipadagangguanmetabolismemisalnya diabetes mellitus danpenyakitginjal). Olehkarenaitupemeriksaanurinbergunauntukmenunjang diagnosis suatupenyakit.Padapenyakittertentu, dalamurindapatditemukanzat-zatpatologikantara lain glukosa, protein danzatketon (Probosunu, 2004).
                
Tujuan
Adapuntujuandaripraktikumanalisisurininiadalahuntukmengetahui status kesehatanginjaldantubuhsecaraumummelaluipemeriksaanurinsecarafisikmeliputiwarna, kejernian, bau, derajatkeasaman (pH) danpadapraktikumpengaturanosmolaritasginjaluntukmempelajariresponginjaldanpengaruhminumterhadappembentukanurindankosentrasiNaCldalamurin.

Manfaat
Adapunmanfaatdaripraktikumanalisisurininiadalahmahasiswamengertipentingnyaminumuntukmenjagakesehatanginjaldandapatmenjagaginjaldengantidakmengkonsumsizat caffeine secaraberlebihan.












TINJAUAN PUSTAKA
Anggita (2000). Zat tertentu yang terdapat didalam urin, meskipun dalam keadaan normal zat tersebut tidak tampak. Seperti glukosa, asaton, albumin, darah dan nanah. Berbagai keadaan ketidaknormalan komponen urin adalah : (a) Glikosuria, yaitu terdapatnya glukosa dalam air kemih. Hal ini merupakan gejala terlalu banyak makan gula, meningkatkan aktifitas kelenjar adrenal yang mengakibatkan banyak penguraian glikogen dan pembebasan glukosa dari hati, hipoinsulin, yaitu berkurangnya jumlah insulin (b) Aseonaria, adalah terdapatnya senyawa keton dalam urin karena terlalu banyak mengkonsumsi lemak atau jumlah karbohidrat yang tersedia untuk pembakaran berkurang. Aseton juga terbentuk saat keadaan lapar. (c) Proteinuria, adalah salah satu keadaan dimana satu macam protein plasma yang terdapat dalam urin. Seperti terdapatnya albumin dalam urin (albuminaria). Hal ini menunjukan gejala penyakit (d) hematuria, yaitu terdapatnya darah dalam urin karena infeksi pada ginjal atau salah satu air kemih.
Anshori (2008). Berdasarkan produksi eksresi, hewan dikelompokkan menjadi Amoniotelik (Eksresinya berupa amoniak dan habitatnya aquatik) urotelik (eksresinya berupa urea dan habitatnya aquatic dan teresterial) dan uricotelik (Eksresinya asam urat dan habitatnya teresterial).
Dahelmi (2001). Proses eksresi merupakan suatu proses pengeluaran zat-zat sisa yang tidak dipergunakan lagi. Zat ini berbentuk cairan contohnya urin, keringat dan air. Fungsi utama organ eksresi adalah menjaga konsentrasi ion (Na+, K+, Cl­­, Ca++ dan H+), menjaga volume cairan tubuh (kandungan air), menjaga konsentrasi kandungan osmotik, membuang hasil akhir metabolism (urea, asam urat) dan mengeluarkan substansi asing atau produk metabolism lainnya.
Fasparjo (2006). Setiap hari lebih kurang 1500 liter darah melewati ginjal untuk disaring dan terbentuklah lebih kurang 150- 170 liter urin primer. Meskipun demikian hanya 1- 1,5 liter urine yang kita keluarkan setiap hari.
Filza Hazni (2009) Fungsi utama ginjal adalah mengekresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen misalnya ammonia. Ammonia adalah hasil pemecahan protein dan bermacam-macam garam, melalui proses deaminasi atau proses pembusukan mikroba dalam usus. Selain itu, ginjal juga berfungsi mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan, misalnya vitamin yang larut dalam air; mempertahankan cairan ekstraseluler dengan jalan mengelluarkan air bila berlebihan; serta mempertahankan keseimbangan asam dan basa. Sekresi dari ginjal berupa urine.
Thena wijaya (2005). Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah atau keadaan urine yaitu diantaranya :jumlah air yang diminum, keadaan system syaraf, hormon ADH, banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah agar tekanan menjadi osmotic, padapenderita diabetes mellitus pengeluaran glukosa diikuti kenaikan volume urine.
            Tuti kurniati (2009) Sistem ekresi merupakan sistem yang berperan dalam proses pembuangan zat-zat yang sudah tidak diperlukan (zat sisa) ataupun zat-zat yang membahayakan bagi tubuh dalam bentuk larutan. Ekresi terutama berkaitan dengan pengeluaran-pengeluaran senyawa-senyawa nitrogen. Selama proses pencernaan makanan, protein dicernakan menjadi asam amino dan diabsorpsi oleh darah, kemudian diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk membentuk protein-protein baru. Mamalia memiliki sepasang ginjal yang terletak dibagian pinggang (lumbar) dibawah peritonium. Urine yang dihasilkan oleh ginjal akan mengalir melewati saluran ureter menuju kantung kemih yang terletak midventral dibawah rektum. Dinding kantung kemih akan berkontraksi secara volunter mendorong urine keluar melalui uretra.
Wulangi (2000), menyatakan bahwa analisa urin itu penting, karena banyak penyakit dan gangguan metabolism dapat diketahui dari perubahan yang terjadi didalam urin. Zat yang dapat dikeluarkan dalam keadaan normal tidak terdapat adalah glukosa, aseton, albumin, darah dan nanah.
Watimena (2009). Test urine bertujuan untuk memeriksa komponen yang berbeda dari urine sebagai produk buang dari ginjal. Test urine yang teratur dilakukan untuk menemukan gejala-gejala penyakit. Hasil test dapat memberi informasi tentang kesehatan dan masalah seseorang. System rennin- angiotensin-aldosteron (RAAS) on (RAAS) supaya bagian dari putaran umpan balik kompleks yang berfungsi dalam homeostatis.












METODOLOGI PENGAMATAN
Waktu dan Tempat
Praktikum Anatomi dan Fisiologi Ternak yang berjudul “Fisiologi Ginjal” ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 21-22 Mei 2013, di Laboratorium Anatomi dan Fisiologi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi.

Materi
            Pada praktikum Analisis Ginjal bahan yang digunakan antara lain urin kuda, urin kerbau, urin sapi potong spesies sapi bali, urin sapi potong spesies sapi limousin, urin sapi perah jantan, urin sapi perah betina, urin sapi angus, urin simental, urin rusa, urin babi, sedangkan bahan yang digunakan antara lain urinometer, gelas ukur, gelas piala, pH Strip.
Pada praktikum Pengaturan Osmolaritas Ginjal bahan yang digunakan antara lain urin praktikan, NaCl Kristal, sitras kaffein (kopi), KCrO4 20 %, AgNO3 2.9 %, sedangkan bahan yang digunakan antara lain urinometer, gelaspiala, gelas ukur, tabung reaksi, dan pipet Pasteur.

Metoda
Padapraktikum Pengaturan Osmolaritas Ginjal antara lain praktikan harus mempunyai jantung yang sehat dan makan/minum terakhir sekurang-kurangnya 3 jam sebelum praktikum dimulai, mahasiswa dibagi dalam 4 kelompok , yaitu : kelompok 1 : minum 800 ml air, kelompok 2 : minum 800 ml air + 7 gr NaCl , kelompok 3: minum 80 ml air + 7 gr NaCl, kelompok 4 : minum 800 ml air + 150 mg sitras kafein (kopi).


HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Analisa Urin Secara Fisik
Hasil analisa urin dapat menunjukkan status kesehatan ginjal dan tubuh secara umum.Berbagai penyakit akibat metabolisme abnormal dapat diketahui melalui sisa metabolism yang ditemukan dalam urin. Produksi urin (volume) dan berat jenis urin (BJ) dapat mengiformasikan kondisi tubuh  dalam keadaan dehidrasi atau tidak. Analisis urin meliputi analisa fisik dan kimiawi. Pemeriksaan urin secara fisik meliputi warna, kejernian, bau, derajat keasaman (pH), berat jenis, dan kadar kepadatan urin.
Berikut hasil pengamatan yang diperoleh dari beberapa jenis urin hewan ternak.
Analisis Urin
Kel.
Jenis Urin
Warna
Bau
Kejernihan
pH
I
Urin Kambing
Kuning Keruh
Amoniak
Jernih
9 (basa)
II
Urin Kuda
Kuning
Makanan
Jernih
8 (basa)
III
Urin Kerbau
Kuning Pekat
Amoniak
Jernih
8 (basa)
IV
Urin Sapi Bali
Kuning
Makanan
Jernih
8 (basa)
V
Urin Limousin peranakan
Kuning
Amoniak
Jernih
9 (basa)

            Sisa metabolisme zat-zat makanan dikeluarkan melalui system ekskresi.menurut Tuti kurniati (2009) Sistem ekresi merupakan sistem yang berperan dalam proses pembuangan zat-zat yang sudah tidak diperlukan (zat sisa) ataupun zat-zat yang membahayakan bagi tubuh dalam bentuk larutan. Ekresi terutama berkaitan dengan pengeluaran-pengeluaran senyawa-senyawa nitrogen. Selama proses pencernaan makanan, protein dicernakan menjadi asam amino dan diabsorpsi oleh darah, kemudian diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk membentuk protein-protein baru. Mamalia memiliki sepasang ginjal yang terletak dibagian pinggang (lumbar) dibawah peritonium. Urine yang dihasilkan oleh ginjal akan mengalir melewati saluran ureter menuju kantung kemih yang terletak midventral dibawah rektum. Dinding kantung kemih akan berkontraksi secara volunter mendorong urine keluar melalui uretra.

B.     Pengaturan Osmolaritas Ginjal
Salah satu fungsi ginjal adalah mengatur osmoaritas cairan tubuh sekitar 300 mmol/l. diuresis dipengaruhi oleh beberapa factor, misalnya minum larutan  yag hipotonis maupun isotonis dalam jumlah besar akan meningkatkan diuresis.

Diuresis adalah keadaan dimana urine meningkat. Diuresis disebabkan oleh 2 macam mekanisme yaitu :        
1. Diuresis air, yang ditimbulkan oleh minum banyak, cairan hipotonik dimulai ± 15 menit setelah minum air dan mencapai maksimummnya ± 45 menit. Kerja minum banyak menimbulkan penurunan kecil atau penghambatan sekresi vasopressin (ADH) sebelum air diabsorpsi, tetapi kebanyakan penghambatan ditimbulkan oleh penurunan dalam osmolaritas plasma setelah air diabsorpsi.       
2. Diuresis osmotik, terjadi oleh karena adanya bahan-bahan yang sukar diabsorpsi oleh tubuli (urea, manitol,
sejumlah glukosa) di dalam glomelurus filtrat. Bahan ini menahan air sehingga menghalangi reabsorpsi dari air dan mengakibatkan aliran filtrat dari tubulus proksimalis menjadi lebih cepat. Aliran yang cepat menyebabkan proses pemekatan urine di Lengkung Henle maupun tubulus distalis terganggu. Walaupun ada peningkatan vasopresin, urine tetap encer.Akibat diuresis osmotik adalah pembuangan NaCl dan komposisi urine mendekati filtrat di tubulus proksimal.

Hasil analisis pengaturan osmolaritas ginjal adalah sebagai berikut.
a.      Urin pada waktu 30 menit
Kel
Formula
Volume
Bau
Warna
I
800 ml air + 7 gr Kopi
70 ml
Makanan (kopi)
Kuning jernih
II
800 ml air
70 ml
Makanan (air putih)
Putih jernih
III
800 ml air + 7 gr NaCl
20 ml
Amoniak
Kuning jernih
IV
80 ml air + 7 gr NaCl
20 ml
NaCl (garam)
Kuning jernih
V
800 ml air + 1,5 gr kopi
40 ml
Makanan
Kuning pekat

Analisa urin metabolisme itu sangatlah penting, karena dengan melakukan analisis, kita dapat mengetahui berbagai kelainan yang terdapat pada metabolisme. Menurut Wulangi (2000), menyatakan bahwa analisa urin itu penting, karena banyak penyakit dan gangguan metabolism dapat diketahui dari perubahan yang terjadi didalam urin. Zat yang dapat dikeluarkan dalam keadaan normal tidak terdapat adalah glukosa, aseton, albumin, darah dan nanah.

b.      Urin pada waktu 60 menit
Kel
Formula
Volume
Bau
Warna
I
800 ml air + 7 gr Kopi
290 ml
Makanan (kopi)
Kuning jernih
II
800 ml air
300 ml
Tidak berbau
Putih jernih
III
800 ml air + 7 gr NaCl
21 ml
Amoniak
Kuning
IV
80 ml air + 7 gr NaCl
15 ml
NaCl (garam)
Kuning jernih
V
800 ml air + 1,5 gr kopi
36 ml
Makanan
Kuning


Kelompok
Kertas lakmus
pH
I
Biru
8 (basa)
II
Biru
8 (basa)
III
Biru
8 (basa)
IV
Biru
8 (basa)
V
Biru
8 (basa)

Kelompok
Potassium Chromate KCrO4
Perak Nitrat (AgNO3)
I
Negative coklat
1 gr NaCl
II
Negative coklat
1 gr NaCl
III
Positif coklat
5 gr NaCl
IV
Positif coklat
6 gr NaCl
V
Positif coklat
3 gr NaCl